Dampak Ganda

05 Februari 2010 - Artikel

Untuk semua perbuatan yang kita lakukan saat ini dampak ganda akan timbul di masa depan. Mengingat lagi hukum kekekalan energi, bahwa energi tidak dapat dihilangkan, hanya dapat berubah bentuk seperti yang diingatkan rekan saya sesama relawan beberapa waktu lalu. Tapi yang terjadi pada manusia dampaknya tidaklah linier, kurvanya akan hiperbolik. "Untuk semua perbuatan yang kita lakukan saat ini dampak ganda akan timbul di masa depan". Mari kita uji pernyataan ini.

Ambil contoh dalam teori psikologi kejiwaan, anak yang dibesarkan dalam keluarga yang penuh kasih sayang (mengesampingkan faktor-faktor yang lain) akan cenderung tumbuh menjadi manusia yang dapat mengekspresikan kasih sayang kepada manusia lain. Sebaliknya, beberapa kasus gangguan psikologi dan kejiwaan pada masa dewasa diawali dengan suasana rumah yang kurang mendukung bagi perkembangan jiwa pada masa kanak-kanak nya, contoh, beberapa kasus kepribadian ganda bermula dari kekerasan pada masa kecil yang dialami anak, dan beberapa kasus kriminal terburuk berawal dari masa kecil yang tidak begitu baik.  Anak-anak inilah yang akan membentuk komunitas masa depan, yang akan menentukan bumi ini akan menjadi tempat yang lebih baik untuk ditinggali atau tempat yang menyengsarakan. Anda memberikan kasih sayang dan perawatan yang baik pada satu anak hari ini, kelak ia akan menyalurkan kasih sayang kepada setiap orang yang ia temui di sepanjang masa hidupnya, hal ini berlanjut, dan kita menciptakan suatu generasi yang sangat baik. Anda menanamkan hal-hal buruk pada satu anak hari ini, kelak ia akan memberikan hal yang sama pada setiap orang yang ditemui sepanjang hidupnya, begitu seterusnya, dan terciptalah suatu masyarakat yang sakit.

Siapa yang akan merasakan dampak dari semua ini? Coba pikirkan. Hari ini Anda membiarkan satu anak menderita (dalam contoh yang ekstrim), kemungkinan besar anak ini akan membebani keluarganya, ia memerlukan bantuan tetangga, keluarga dan masyarakat untuk dapat meneruskan hidupnya, berapa opportunity cost yang hilang? Bukan hanya satu SDM saja, misalnya, satu SDM yang sakit ini tergantung pada 5 SDM yang sehat untuk dapat menopang kehidupannya. Kalau sikap apatis ini terjadi pada 3% anak yang tumbuh dalam satu generasi, maka akan terjadi 18 % opportunity cost yang hilang alias (5 SDM sehat +1 SDM sakit) * 3%.

Efeknya, produktifitas masyarakat tidak optimal, banyak hal yang seharusnya bisa menjadi lebih baik bagi komunitas apabila keenam orang itu  dapat berkarya dan menghasilkan. Pada bidang ekonomi hal ini akan membuat perekonomian bergerak lebih lambat dan terbebani. Memang ini semua tidak terjadi keesokan harinya, ini terjadi kelak kala Anda menua. Berita buruknya, semua hantaman sekecil apa pun dampaknya akan terasa lebih berat saat kita tumbuh menjadi orang yang lebih tua.

Banyak yang sudah dilakukan gerakan-gerakan kemanusiaan seperti Dompet Dhuafa, Tzu Chi, Wahana Visi dan seterusnya sesuai bidang pelayanan masing-masing. Cerita terbaru yang saya baca dan ingin saya bagikan dengan Anda adalah pesan yang tersurat dalam buletin Kasih&Peduli volume 19/2009 halaman 18 terbitan Wahana Visi Indonesia, bertajuk "Made Nyandra dan Pelayanannya " ditulis oleh Hendro Suwito. Singkat cerita, Made Nyandra bersama ketiga adiknya adalah anak yang didukung oleh gerakan kemanusiaan ini pada tahun 1960-1970. Sekarang Made Nyandra adalah seorang dokter (saat tulisan ini dibuat sedang melanjutkan studi S3 pada bidang bio molekuler) yang berpraktek di rumah sakit Denpasar, dan bersama sejumlah temannya juga membuka praktek psikiatri menangani kasus ketergantungan narkoba. Made seringkali tidak menarik biaya pemeriksaan supaya bisa membina hubungan lebih dekat untuk menolong para remaja. Dari sepenggal kisah ini, kita lihat efek baik  ganda yang tercipta bagi komunitas. Dari satu orang Made yang telah menerima kasih dan kebaikan menghasilkan demikian banyak pertolongan dan bantuan yang melimpah bagi masyarakat sekitarnya. Dan ya, ini semua membuat bumi menjadi tempat yang lebih baik untuk kita tinggali.

Jadi, dengan logika yang sangat sederhana, ternyata ungkapan "siapa menabur angin akan menuai badai" itu benar sekali. Sekarang pilihan ada di tangan Anda dan saya, apakah Anda dan saya  mau menabur kebajikan atau tidak. Berita baiknya, masih banyak yang bisa kita lakukan untuk membuat perbedaan, menjadikannya lebih baik, AYO PEDULI !

Pun essay ini datang dengan sebuah harapan untuk  dapat menciptakan suatu efek ganda yang akan membawa ide-ide ini kepada tindakan-tindakan nyata. Mulai dari diri, keluarga, dan komunitas menuju bangsa dan masyarakat yang lebih baik. Semoga.

NDS (#2382 views)

  Kirim ke Teman   Cetak halaman ini   Posting komentar  Share on Facebook

Komentar Untuk Berita Ini (0)

LAYANAN KAMI

Gerakan Ayo Peduli memberikan bantuan makanan, pengobatan, suplemen bahkan pengurusan administrasi dan keuangan untuk tindakan medis yang dibutuhkan.  Semua dana yang dibutuhkan untuk kegiatan ini bersumber dari dana simpatisan dan sumbangan para sponsor dan donatur.

Berdasarkan fakta Propinsi Banten termasuk kategori yang rawan gizi buruk, bersama dengan Lampung, NTT, ...
Layanan Lain

AGENDA

December 2014
MSSRKJS
123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031